Di ujung barat Pulau Jawa, aktivitas di kawasan Pelabuhan Merak mulai terasa berbeda menjelang musim mudik. Truk logistik, bus antarkota, hingga kendaraan pribadi silih berganti melintas, seakan menjadi tanda bahwa arus pulang kampung sebentar lagi tiba.

Di tengah deru persiapan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Robert Rouw, menekankan satu hal penting yakni kelancaran akses menuju pelabuhan harus benar-benar dipastikan. Saat meninjau kesiapan arus mudik di pelabuhan yang dikelola ASDP Indonesia Ferry di Cilegon, Banten, Kamis (12/3/2026), ia mengingatkan bahwa titik krusial mudik bukan hanya di dermaga, namun juga di jalan menuju ke sana.

“Mayoritas pemudik yang hendak menyeberang akan melalui jalan tol menuju Merak. Karena itu akses tersebut harus dipastikan benar-benar lancar,” kata Robert di sela peninjauan.

Menurutnya, gangguan sekecil apa pun di jalur tol dapat memicu efek berantai. Jika kendaraan tersendat sebelum mencapai pelabuhan, antrean panjang berpotensi terjadi bahkan sebelum pemudik tiba di area penyeberangan. “Jika sampai terjadi masalah di tol, maka penumpukan kendaraan akan terjadi sebelum sampai ke pelabuhan,” ujarnya.

Lonjakan mobilitas memang sudah di depan mata. Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah pergerakan masyarakat selama mudik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Sebagian besar di antaranya akan melintasi jalur penyeberangan vital antara Pelabuhan Merak di Banten dan Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

Robert menilai pengalaman mudik pada tahun sebelumnya dapat menjadi pijakan. Penyelenggaraan arus mudik dinilai berjalan cukup baik, meski tetap menyisakan sejumlah catatan teknis yang perlu diperbaiki. “Minimal pelayanan tahun ini bisa menyamai capaian tahun lalu, dan kalau bisa tentu harus lebih baik,” katanya.

Selain infrastruktur, ia juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam pengaturan lalu lintas dan sistem penyeberangan. Menurutnya, kebijakan di lapangan harus mampu menyesuaikan kondisi aktual agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu titik.

Di sisi lain, Robert mengapresiasi penerapan sistem single ticket di Pelabuhan Merak. Sistem tersebut menyatukan layanan tiket bagi seluruh pengguna jasa sehingga tidak ada lagi perbedaan kelas layanan dalam proses naik kapal. Baginya, kebijakan ini membawa perubahan sederhana namun berdampak besar pada kelancaran arus penumpang.

“Dengan sistem tiket yang sama, siapa yang datang lebih dulu akan dilayani lebih dulu. Ini langkah yang baik untuk menghindari penumpukan,” pungkasnya.

Comments are closed.

Jalan Raya Pondok Gede Nomor 22, Desa/Kelurahan Jatirahayu, Kec. Pondokmelati, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Exit mobile version